Senin, 17 September 2018

Bila Pernikahan Tidak Dikaruniai Anak


Assalamualaikum...
Untuk menjawab tantangan ODOP_6 saya akan share  sebuah opini tentang pernikahan yang tidak dikaruniai anak. 

Seperti yang sudah kita ketahui selama ini, kalau tujuan dari sebuah pernikahan sebenarnya tidak semata-mata hanya untuk mendapatkan keturunan dengan kehadiran seorang anak, melainkan ada banyak manfaat dan tujuan yang lain diantaranya untuk dapat hidup bersama saling setia membina sebuah hubungan rumah tangga dengan berbagi kasih dalam suka maupun duka.

Saat kita mengikat janji berikrar setia sebagai suami istri untuk dapat hidup bersama dalam menjalani sebuah pernikahan tentu saja kita berkeinginan agar dapat memenuhi semua tujuan dalam pernikahan. Salah satunya kita bisa memberikan keturunan dengan kehadiran seorang anak sebagai tanda cinta kepada pasangan kita. Namun keinginan terkadang tidak sesuai dengan harapan kalau pada akhirnya dalam sebuah kehidupan pernikahan, ternyata kita tidak bisa mendapatkan seorang anak meskipun sudah berusaha dan berdoa dengan segenap jiwa dan raga. Sesungguhnya kita adalah manusia biasa yang hanya bisa berencana. Masalah kehadiran anak sepenuhnya menjadi hak prerogative Allah semata, yang berhak untuk menentukannya dan kita tentu saja harus ikhlas untuk dapat menerima dan meyakininya.

Demikian juga kalau Allah belum bisa mempercayakan kehadiran seorang anak dalam kehidupan pernikahan kita bukan berarti kita tidak bahagia atau telah gagal dalam menjalani kehidupan rumah tangga dan harus bercerai. Justru malah sebaliknya kita harus saling menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya agar bersama-sama dapat membangun keutuhan pernikahan kita menjadi sebuah keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.


Kita harus selalu berpikiran yang positif saja jangan pernah berprasangka buruk kepada ketetapan Allah, meski tidak dikaruniai keturunan dalam pernikahan namun, masih banyak hal yang dapat kita lakukan seperti dengan berbagi kasih sayang kepada anak-anak yatim. Atau dengan membantu mendidiknya serta membimbing dan juga membiayai segala kebutuhan hidupnya. Selain itu kita juga punya banyak waktu dan kesempatan untuk dapat  mengurus dan menyayangi orang tua kita yang sudah tua. Kita dapat memanfaatkan waktu luang untuk menambah ilmu juga wawasan dan memperbanyak ibadah bersama pasangan.

Allah pasti sudah menyiapkan rencana lain, tentu saja rencana terbaik buat kita dan pasangan. “Karena boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS. Al-Baqarah 2:216)

#TantanganODOP2
#onedayonepost
#odopbatch6
#nonfiksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar