Senin, 08 Oktober 2018

BIOGRAFI SEORANG IBU

Dok Pribadi
Assalamualaikum…Sahabat blogger,

Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT, Aamiin…

Pada kesempatan kali ini, Senin tanggal 8 Oktober 2018 aku akan berusaha memenuhi sebuah tantangan dari #komunitasonedayonepost #ODOP_6 untuk menulis sebuah biografi dari seorang tokoh yang selama ini selalu aku idolakan, yang selalu aku hormati dan juga akan selalu aku sayangi dengan sepenuh hati, Beliau adalah seorang wanita tangguh, meski usianya sudah sepuh namun akan selalu menjadi panutanku.

Wanita itu bernama Hj. Suniri, Beliau berasal dari keluarga sederhana yang dilahirkan dari seorang ibu bernama Ibu Sari dan seorang ayah yang bernama Bapak Kadila. Ibuku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Dari pernikahannya bersama seorang pria yang bernama Bapak Ardiya telah dikarunia rezeki berlimpah dengan hadirnya tujuh orang putra dan putri, salah satunya adalah aku anak yang terlahir sebagai anak keempat.

Suatu pagi, saat itu aku baru kelas 3 SD, tiba-tiba saja ibuku berurai air mata menangis sejadi-jadinya karena ayahku telah pergi meninggalkannya menghadap Yang Maha Kuasa. Semenjak kepergian Ayah, kini Ibuku telah resmi menjadi single parent bagi kami semua anak-anaknya termasuk juga aku. Beliau telah mengorbankan banyak hal untuk kebahagiaannya dan rela meninggalkan semua atribut keegoisannya sebagai seorang wanita muda dengan tetap setia pada pernikahannya bersama Ayah meski beliau telah tiada, dan hingga kini masih tetap setia dan tidak pernah menikah lagi demi menyayangi kami semua.

Dari seorang ibu rumah tangga biasa  beliau beralih fungsi menjadi ayah sekaligus ibu bagi kami semua yang harus mendidik, membesarkan dengan menafkahi serta memenuhi semua kebutuhan hidup sendirian. Jatuh bangun beliau berusaha mencari nafkah dengan berdagang, selalu gigih berjuang dari pagi hingga petang tak pernah menyerah dan tak pernah mengenal lelah demi membesarkan dan mendidik aku dengan keenam orang saudaraku.

Sampai pada suatu masa, kami semua kini telah tumbuh menjadi dewasa dan sudah berumah tangga namun beliau masih saja tak pernah berubah, tak pernah berhenti menyayangi kami semua dengan segenap jiwa raganya yang kini sudah mulai terlihat renta dimakan usia.

Ada begitu banyak kenangan yang tak akan pernah bisa aku lupakan hingga sekarang, masih tergambar dengan jelas ada kebahagiaan luar biasa di wajahnya ketika beliau sukses mengantarkan satu persatu dari kami anak-anaknya lulus kuliah, di wisuda dan menikah.

Terima Kasih tak terhingga untukmu Ibu, walau dengan berjuta kata kurangkai tak akan sanggup menuliskan besarnya ketulusan dan kasih sayangmu untuk kami semua anak-anakmu.

Tulisan ini aku persembahkan untukmu Ibu, sepenuh hati aku akan selalu menyayangimu.

#TantanganODOP5
#onedayonepost
#odopbatch6
#nonfiksi


9 komentar: