Minggu, 14 Oktober 2018

Entahlah


Entahlah kenapa
Masih saja sama
Seperti malam-malam sebelumnya
Saat kupejamkan mata
Di hati ini
Selalu saja terselip resah
Bergelayut gelisah
Aku hanya bisa pasrah
Dan hanya berharap petunjuk-Nya

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6


Sabtu, 13 Oktober 2018

Manfaat Berlibur Ke Pantai


Berlibur adalah salah satu cara terbaik untuk melepas lelah dari padatnya aktivitas sehari-hari. Salah tempat favorit yang biasa saya kunjungi adalah laut dan pantai.

Laut dan pantai adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Di dalamnya terdapat begitu banyak sumber daya alam yang dapat menjadi sumber inspirasi dan kreatifitas yang sangat bermanfaat bagi kita diantaranya adalah :

1.      Ikan adalah sumber daya alam yang merupakan sumber protein bagi manusia
2.      Ombak adalah sumber daya alam yang bermanfaat untuk pembangkit listrik
3.      Terumbu karang adalah sumber daya alam penghasil oksigen
4.      Garam adalah sumber daya alam yang mengandung yodium untuk keperluan dapur

Bagi saya sendiri yang tinggal di daerah pantai seperti Cirebon, keberadaan laut dan pantai merupakan salah satu tempat yang selalu menjadi pilihan saat berlibur untuk sekedar melepas lelah atau sekedar jalan-jalan setelah seharian bekerja selama sepekan. Karena selain hemat waktu dan biaya, laut dan pantai juga merupakan salah satu tempat favorit buat saya dan keluarga pada saat berlibur.

Selain itu juga  banyak manfaat yang dapat kita rasakan saat berlibur ke pantai. Salah satunya adalah sebagai tempat yang dapat menenangkan hati dan perasaan  kita. Karena selain dapat terhindar dari hiruk pikuk keramaian, kebisingan,  polusi  yang dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan seperti, stress, depresi dll.  Kita juga dapat bersantai menikmati birunya keindahan pantai. Apalagi pada saat senja pemandangan pantai terlihat sangat mempesona.  

Selain itu ada begitu banyak aktifitas yang dapat kita lakukan saat berlibur ke pantai. Aktifitas ini meskipun sederhana namun dapat menjadi inspirasi dalam menumbuhkan kreativitas buat anak-anak kita diantaranya :
1. Bermain ombak.
2. Berenang
3. Mencari kerang.
4. Berfoto, Selfie.
5. Bermain pasir.
6. Jalan-jalan di sekitar pantai.
7. Olahraga
8. Menikmati keindahan senja dll.

Meski laut dan pantai yang berada di sekitar kota Cirebon tidak sebersih dan seindah lautan dan pantai yang ada pulau Bali atau di tempat lain namun  kita masih tetap dapat merasakan manfaat yang luar biasa.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6



Jumat, 12 Oktober 2018

Sosok Lelaki Dalam Mimpi (Part 3)


Setelah pertemuan itu, malamnya aku sama sekali tidak bisa tidur. Pikiranku tak bisa lepas dan terus-menerus selalu saja memikirkan kejadian yang tadi pagi aku alami. Tentang sosok lelaki yang sudah dua kali hadir dan menghiasi mimpiku.

Hari-hari selanjutnya semenjak pertemuan itu, aku sudah melupakannya bahkan sedikitpun tak pernah memikirkannya lagi. Dan tentang mimpiku itu juga sama, aku tak pernah mengingatnya. Apalagi memikirkan tentang Indra hampir tidak pernah terlintas sedikitpun. Sampai pada suatu senja, saat itu sekilas kembali aku melihat dia ada di kampus sedang bersama teman-temannya. Meski tak percaya namun ternyata dia memang Indra. Dan aku baru tahu kalau selama ini aku dan dia kuliah di kampus yang sama. Bagaimana mungkin kalau hari ini aku baru melihatnya, rasanya tidak mungkin.

Beberapa hari berikutnya aku kembali terkejut karenanya selepas magrib saat malam bulan purnama terlihat begitu indah, Indra datang ke rumah memberikan sepucuk surat berwarna jingga. Sungguh kejadian yang tak pernah aku sangka, dia datang dengan wajah memerah menahan malunya.

“maaf kalau aku datang ke rumah tiba-tiba, aku hanya ingin menyampaikan apa yang selama ini aku rasa yang semuanya sudah aku tulis dalam sepucuk surat ini” Indra mengawali pembicaraannya dan menyerahkan sepucuk surat kemudian dia pamit dan beranjak pergi. Aku diam tak dapat berkata-kata walau hanya untuk berbasa-basi sekedar menahan dia pergi.

Perlahan surat itu aku buka, ku baca satu persatu setiap katanya.

Assalamualaikum….,
Maafkan kalau kedatanganku tidak membuatmu berkenan
Aku hanya ingin menyampaikan
Tentang apa yang selama ini aku rasakan
Tentang kehadiranmu dalam sebuah impian
Aku mencintaimu dalam diam
Jauh…sebelum aku bertemu dan berkenalan
Sungguh semua yang aku rasakan telah lama bersemayam
Izinkan aku mengajakmu berlayar mengarungi samudera impian
Hingga berlabuh menuju pelabuhan tujuan

Membaca surat Indra mata lelly berkaca-kaca sambil menahan rasa haru, ternyata Indra juga sama pernah memimpikannya. Keesokan harinya, Lelly terkejut luar biasa saat pagi-pagi sekali Indra sudah datang ke tempatnya. Dia bertanya dan meminta sebuah jawaban tentang surat yang dia berikan tadi malam.

“Katakan sesuatu tentang isi surat itu”
Kalau iya, hari ini aku akan pulang menemui kedua orang tuaku. Insya Allah hari Minggu depan bersamanya aku akan datang ke rumahmu di kampung halaman. Dan menemui Orang tuamu untuk segera melamarmu.

Tubuhku gemetar, tiba-tiba saja lidahku terasa kelu tak dapat menjawab semua yang diucapkan Indra. Aku benar-benar bingung dengan semua kejadian yang begitu tiba-tiba datang menghampiri kehidupanku. Kenapa sedikit pun Indra tak memberiku waktu dan ruang untuk berpikir ulang. Melihat keadaanku yang merasa ragu, Indra kemudian meminta maaf kalau sikapnya terlalu buru-buru.

“Maafkan kalau sikapku terlalu buru-buru mengambil keputusan, aku hanya ingin serius menjalin hubungan” katanya.  Dan aku mengangguk perlahan, setuju dengan apa yang dia ucapkan.

Hari berganti waktupun berlalu begitu cepat sebulan kemudian Indra dan orang tuanya datang ke rumah dan melamar lelly.  Hari bahagiapun tiba, sehari selepas wisuda  akhitnya lelly menikah dengan sosok lelaki dari dalam mimpinya dan sampai sekarang hidup bahagia.

Tamat

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Kamis, 11 Oktober 2018

Sosok Lelaki Dalam Mimpi (Part 2)


Kami berdua asik ngobrol dan saling bercerita hingga tak terasa sudah 30 menit berlalu sudah, aku baru tahu ternyata Irma adalah kakak kelas adik ku sewaktu di S M U dulu. Pantas saja kalau dia sudah kenal dekat dengan adikku karena dia satu sekolah yang sama dengannya.

“Ternyata dunia ini sempit yah…Lel”, ucap Irma

Sambil tersenyum aku mengiyakan ucapannya.

Tiba-tiba begitu terkejutnya aku di sana, saat melihat ada seseorang yang baru saja datang dengan mengendarai sepeda motornya. Sungguh rasanya setengah tak percaya tetapi ini begitu nyata terlihat  jelas oleh mataku sendiri, kalau ternyata dia adalah sosok lelaki yang sama yang tadi malam datang dan hadir dalam mimpiku. Memakai celana jean berpadu atasan kaos warna putih. Dengan santun dia menyapaku sambil mengulurkan tangan memperkenalkan diri dan menyalamiku.

“Indra…”, begitu dia menyebut namanya yang cukup singkat.

Lelly,  Lelly Nurlaeli aku membalasnya.

Meski hanya sekilas saja tanpa sengaja mata kami saling bertemu pandang. Dalam hati aku bergumam, sungguh aku tahu dan mengenal sorot mata yang teduh itu. Jantungku berdegup semakin kencang hingga membuatku menjadi salah tingkah di depannya. Dia  tersenyum ke arahku dan juga terlihat malu.

Lelly kenapa? Tanya Irma sambil memperhatikan dan melihat ke arah wajahku.

Aku menggelengkan kepala “tidak apa-apa” jawabku sambil menoleh ke arah Irma.

Aku tak pernah menceritakan tentang mimpiku, bahkan mimpiku yang sebelumnya kepada siapapun, termasuk juga kepada Imas sahabatku. Biarlah semua akan menjadi sebuah cerita yang tersimpan rapi di sanubari. Bagiku mimpi yang aku alami ini adalah sebuah keajaiban yang sudah hadir dalam kehidupan aku. Semoga saja semua yang sudah aku alami ini adalah sebuah pertanda yang dapat menuntun aku menuju kebaikkan.

Hanya saja aku tidak mengerti dalam hati ini mengapa ada resah dan begitu banyak tanya yang tak mampu aku mencari satu katapun untuk menjawabnya. Karena sebenarnya aku masih tak bisa percaya akan semuanya. Ternyata sesosok lelaki yang hadir dalam mimpiku itu ada di dunia nyata, dan dia adalah Indra, sosok pendiam yang berpenampilan sederhana dan selalu enak kalau diajak bicara.

Bersambung ke Part 3

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6


Rabu, 10 Oktober 2018

Sosok Lelaki dalam Mimpi (Part 1)

Saat aku terjaga mataku masih benar-benar terasa mengantuk. Jam sudah menunjukkan pukul 3.30 dini hari. Sayup-sayup terdengar dari kejauhan lantunan suara orang mengaji.

Ku benamkan kembali wajahku ke dalam bantal sambil menahan rasa kantuk yang masih saja bergelayut dalam kedua kelopak mataku. Dalam batas kesadaran yang masih bercampur kantuk, ingatanku kembali melayang pada mimpiku tadi malam. Aku mencoba menyusuri dan mencari bayangan sosok lelaki yang telah hadir dalam mimpiku. Yang tidak pernah aku kenal sama sekali dalam hari-hariku dan dalam kehidupanku selama ini.

Masih terlihat jelas dalam ingatanku, dalam mimpi itu dia berdiri di dekat kolam dalam sebuah taman yang penuh bunga, di sana juga ada sepasang  merpati putih yang salah satu dari keduanya datang menghampiri lelaki itu. Meskipun aku lupa kapan pertama kali lelaki itu datang dalam mimpiku. dalam mimpi itu kenapa aku merasa dia begitu dekat denganku. Wajahnya yang tampan tampak dingin dengan tatapan matanya yang teduh. Meski penampilannya sederhana, namun dia terlihat begitu berwibawa.  

Siapakah lelaki itu ? 

Dalam batin aku bertanya, sambil menengadah menatap ke langit-langit kamar yang mulai usang.

Sebenarnya mimpiku semalam bukanlah yang pertama, namun untuk yang kedua kalinya aku memimpikan lelaki itu. Meski sudah lupa kapan tepatnya saat pertama kali memimpikannya. Aku termenung sejenak mencoba mengingat kembali kapan pertama kali lelaki itu hadir dalam mimpiku.

Kenapa malam ini dia datang dan menyelinap hadir kembali dalam mimpiku ?

Dan kenapa aku merasa tidak asing melihat wajahnya.

“Assalamualaikum…,"
"Lelly”

Aku tersentak, saat mendengar suara Imas memanggilku dari balik pintu.

Waalaikumussalam jawabku,

Sambil perlahan membuka pintu, ternyata aku melihat sahabatku itu sudah berdiri tegak di sana.

Aku mempersilahkannya masuk.

Pagi-pagi sekali dia datang ke tempatku, mengajak pergi ke kosan Irma untuk menghadiri paguyuban teman-teman mahasiswa yang satu daerah dengan dia. Katanya dia sengaja datang pagi-pagi sekali agar bisa membantu teman-teman yang ada di tempat kos Irma yang sedang mempersiapkan semuanya.

Aku hanya mengangguk mengiyakan ajakannya.

Sesampainya di tempat kos Irma, Imas langsung sibuk ikut membantu membereskan dan mempersiapkan segalanya.

Sementara aku sambil menunggu yang lain datang duduk di teras sambil ngobrol bersama Irma.

Bersambung ke Part 2

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Selasa, 09 Oktober 2018

Cinta Kedua


Suatu sore di awal bulan November, angin berhembus kencang, langitpun terlihat mendung tertutup awan gelap yang kian menghitam. Sesaat kemudian hujan turun perlahan suaranya terdengar berirama saling bersahutan. Jalanan di depan rumahku juga terlihat begitu lengang, tak ada orang berlalu lalang seperti biasanya.

Suasana terasa begitu dingin, hening, sepi, hanya suara hujan yang terdengar, yang turun semakin deras. Jujur..., tapi aku sangat menyukai saat-saat seperti ini. Sambil duduk di samping jendela memandang keluar dan menikmati hujan turun dari balik kaca jendela.

Ketika hujan turun selalu saja mengingatkan aku tentang banyak kenangan bersamamu. Antara hujan dan kenangan tentangmu keduanya adalah dua hal yang tak dapat terpisahkan, yang selamanya akan selalu tersimpan di lubuk hati sanubariku. Seperti saat ini kembali aku teringat pada sebuah kenangan yang sangat sedih yang telah menyelinap masuk dalam hidupku,  kenangan saat dimana aku terpaksa harus merelakan buah hatiku pergi menghadap-Nya. Buah hati kita yang selama ini kau dan aku selalu menantikan kehadirannya.

Saat itu aku juga duduk disini disamping jendela yang sama, dia datang menghampiri aku dengan membawa secangkir teh hangat.

"Minumlah, selagi masih hangat" dia menyerahkan secangkir teh padaku

Kemudian dia duduk di sebelahku

"Boleh kok bersedih, wajar namanya juga kehilangan" ucapnya sambil menepuk bahuku

"Tapi jangan terlalu dipikirkan apalagi sampai berlarut-larut dengan kesedihan, kurang baik nanti bisa sakit"

Aku menangis tak dapat menahan air mataku saat mendengar ucapannya.

Dia masih saja tak berubah, masih tetap sebaik dulu, masih tetap setia meski telah banyak melalui jalanan terjal dan berduri. Dia lelaki terbaik yang selalu menyayangi aku. Wajar saja kalau aku selalu saja merasa jatuh cinta padanya.

Seperti saat ini, saat kita berdua harus melewati rasa duka ini bersama, tiba-tiba saja aku juga merasa takut kehilangan dia. Jantungku berdebar kencang, aku menatap matanya yang teduh, untuk yang kedua kalinya aku merasa jatuh cinta lagi padanya, pada seorang lelaki yang sama, yang selalu setia mendampingi aku saat suka maupun duka.

Maafkan aku, karena duka dan rasa sakitku ini telah membuat aku melupakanmu, hingga beberapa hari ini tak pernah memperhatikanmu lagi seperti saat-saat sebelum buah hati kita pergi menghadap Yang Maha Kuasa. Aku berjanji akan kusimpan duka ini dan melupakan semua kesedihan untuk melanjutkan hidup bersamamu lagi, hingga tiba waktunya nanti kita berdua pun akhirnya harus pergi.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Senin, 08 Oktober 2018

BIOGRAFI SEORANG IBU

Dok Pribadi
Assalamualaikum…Sahabat blogger,

Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT, Aamiin…

Pada kesempatan kali ini, Senin tanggal 8 Oktober 2018 aku akan berusaha memenuhi sebuah tantangan dari #komunitasonedayonepost #ODOP_6 untuk menulis sebuah biografi dari seorang tokoh yang selama ini selalu aku idolakan, yang selalu aku hormati dan juga akan selalu aku sayangi dengan sepenuh hati, Beliau adalah seorang wanita tangguh, meski usianya sudah sepuh namun akan selalu menjadi panutanku.

Wanita itu bernama Hj. Suniri, Beliau berasal dari keluarga sederhana yang dilahirkan dari seorang ibu bernama Ibu Sari dan seorang ayah yang bernama Bapak Kadila. Ibuku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Dari pernikahannya bersama seorang pria yang bernama Bapak Ardiya telah dikarunia rezeki berlimpah dengan hadirnya tujuh orang putra dan putri, salah satunya adalah aku anak yang terlahir sebagai anak keempat.

Suatu pagi, saat itu aku baru kelas 3 SD, tiba-tiba saja ibuku berurai air mata menangis sejadi-jadinya karena ayahku telah pergi meninggalkannya menghadap Yang Maha Kuasa. Semenjak kepergian Ayah, kini Ibuku telah resmi menjadi single parent bagi kami semua anak-anaknya termasuk juga aku. Beliau telah mengorbankan banyak hal untuk kebahagiaannya dan rela meninggalkan semua atribut keegoisannya sebagai seorang wanita muda dengan tetap setia pada pernikahannya bersama Ayah meski beliau telah tiada, dan hingga kini masih tetap setia dan tidak pernah menikah lagi demi menyayangi kami semua.

Dari seorang ibu rumah tangga biasa  beliau beralih fungsi menjadi ayah sekaligus ibu bagi kami semua yang harus mendidik, membesarkan dengan menafkahi serta memenuhi semua kebutuhan hidup sendirian. Jatuh bangun beliau berusaha mencari nafkah dengan berdagang, selalu gigih berjuang dari pagi hingga petang tak pernah menyerah dan tak pernah mengenal lelah demi membesarkan dan mendidik aku dengan keenam orang saudaraku.

Sampai pada suatu masa, kami semua kini telah tumbuh menjadi dewasa dan sudah berumah tangga namun beliau masih saja tak pernah berubah, tak pernah berhenti menyayangi kami semua dengan segenap jiwa raganya yang kini sudah mulai terlihat renta dimakan usia.

Ada begitu banyak kenangan yang tak akan pernah bisa aku lupakan hingga sekarang, masih tergambar dengan jelas ada kebahagiaan luar biasa di wajahnya ketika beliau sukses mengantarkan satu persatu dari kami anak-anaknya lulus kuliah, di wisuda dan menikah.

Terima Kasih tak terhingga untukmu Ibu, walau dengan berjuta kata kurangkai tak akan sanggup menuliskan besarnya ketulusan dan kasih sayangmu untuk kami semua anak-anakmu.

Tulisan ini aku persembahkan untukmu Ibu, sepenuh hati aku akan selalu menyayangimu.

#TantanganODOP5
#onedayonepost
#odopbatch6
#nonfiksi