Jumat, 28 April 2017

Menjaga Lisan

Image From Google
Berbicaralah dengan hati, berpikirlah sebelum berucap, berhati-hatilah dalam berkata karena ucapan  itu ibarat sebuah pedang yang dapat menembus apa yang tidak bisa di tembus oleh jarum sekalipun, entah disengaja atau tidak adakalanya terasa begitu tajam menusuk dan melukai hati hingga ke lapisan qolbu yang terdalam. Sesungguhnya ucapan itu adalah cerminan kepribadian seseorang,  karena itu jagalah lisanmu agar senantiasa istiqomah berada dalam kebaikan jangan sampai menimbulkan kemudharatan
Rasululullah Shallallahu alaihi Wa Sallam bersabda:


“ Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau kalau tidak bisa diamlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selasa, 25 April 2017

Perjalanan


Assalamualaikum…..,
Apa kabar semua, Semoga senantiasa sehat dalam lindungan Allah SWT, Aamiin…
Tanpa terasa, waktu begitu cepatnya berlalu, rasanya kemarin  baru saja memasuki tahun baru sekarang sudah berada di penghujung April bulan ke empat di tahun 2017 ini. Ada begitu banyak acara dipenghujung bulan ini, salah satunya menghadiri pesta pernikahan seorang kerabat di kepulauan Bangka Belitung. Mengunjungi Bangka Belitung dengan perjalanan yang cukup melehkan. Selepas magrib akhirnya perjalanan sampai juga di bandara depati amir. Rasa haru campur bahagia bertemu kerabat di sana.
Dok Pribadi
Akad nikah dilaksanakan pada keesokan harinya. Barakallah…untuk kedua mempelai selamat menempuh hidup baru buat rendi dan indah semoga samawa….. meskipun pesta perkawinan telah usai tapi kemeriahannya masih sangat terasa. Berbagai kesibukan masih terlihat jelas disana. Alhamdulillah berjalan lancar, meriah  dan sukses terlaksana dengan baik .


Dok Pribadi
Berkunjung ke Bangka Belitung dengan keindahan alam dan sederetan pantainya yang mempesona rasanya sayang kalau dilewatkan hanya sekedar menghadiri pesta pernikahan saja, Karena itu segera setelah pesta pernikahan usai sedikitpun aku tidak membuang waktu dan kesempatan untuk menikmati keindahan  wisata alam pantai tikus di kepulauan Bangka Belitung.

Dok Pribadi
Pantai tikus ini berdekatan dengan pagoda vihara puri triagung, orang-orang di sini biasa menyebutnya kuil shaolin. Vihara ini tepatnya berada di sungailiat kabupaten Bangka. Selain bangunannya yang indah, suasananya juga asri. Pemandangan di vihara ini  terlihat sangat cantik, karena letaknya tepat diatas bukit pantai tikus dan bangunannya langsung menghadap ke pantai sehingga bisa leluasa memandang keindahan pantainya.   

Dok Pribadi
Hari berikutnya kami singgah untuk melihat keindahan danau kaolin, danau ini tepatnya berada di air bara Bangka Tengah. sebenarnya danau ini adalah sebuah kawasan bekas galian tambang mineral kaolin, namun keindahan pemandangannya sangat menakjubkan dengan warna airnya biru toska yang menyala. Seluas mata memandang, berada di kawasan wisata danau ini rasanya mata enggan memalingkan pandangan dari keindahan danau kaolin yang menakjubkan.

Dok Pribadi
Sayang sekali tempat wisata danau kaolin yang begitu indah, saat ini kelihatannya belum dikelola dengan baik sebagai tempat wisata komersial oleh pemerintah setempat. Terlihat di sekitar tempat wisata danau kaolin belum ada fasilitas umum yang memadai bagi pengunjung. Akses jalan menuju ke danau kaolin juga terlihat rusak, becek dan berlumpur. Namun karena keindahan danaunya yang begitu  menakjubkan tempat ini tidak pernah sepi pengunjung.    

Dok Pribadi
Perjalanan selanjutnya berkunjung ke rumah salah seorang teman dekat suamiku saat di bangku kuliah di Bangka selatan. Sepanjang perjalanan kami berbincang dan tertawa bersama berbagi kisah melepas kerinduan setelah puluhan tahun tak bertemu, sambil menikmati sederetan keindahan pantai di sepanjang jalan yang kami lalui.


Dok Pribadi
Perjalanan ini adalah perjalanan panjang yang sangat menyenangkan dan sangat berkesan. Terima kasih tak terhingga untuk semunya. Semoga di lain kesempatan dapat kembali berkunjung kesini di Bangka Belitung.

Minggu, 23 April 2017

Nangnung

Image From Google Maps
Suatu malam di nangnung telah meninggalkan kesan dan goresan luka hati yang begitu dalam hingga merasuk ke sukmaku, tentang rasa yang tak dapat aku uraikan dengan ribuan kata sekalipun, tak dapat pula aku gambarkan walau hanya dengan sketsa. Waktu terus berlalu, tanpa terasa jam sudah menunjukkan pk.03.00 dini hari, tapi sekejappun mataku enggan terpejam, goresan rasa sakit di relung hati ini telah menghapus lelahku. Malam ini tidak seorangpun tau atas semua kesedihanku. Perasaan sakit yang selama ini kurasa, aku selalu mengabaikannya. aku tidak bisa berbuat lebih selain menerimanya.   Satu kali…, dua kali…, telah kututup hati dan perasaanku, tapi malam ini….sungguh perkataannya  sudah terlalu dalam melampaui batas kesabaranku. Haruskah aku tetap diam…..? Memangnya siapakah kamu…, kicauanmu tak akan menambah prestasi dan prestise buatku. Bukankah jodoh mati dan rejeki adalah mutlak hak prerogatif Allah SWT, tuhan semesta alam pemilik dunia dan seisinya….

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim….hamba datang bersujud dan bersimpuh mengadukan semua keluh kesah dan kesedihan yang selama ini selalu saja melukai hati dan perasaan hamba.  
"Ya Allah, kepadaMu ku mengadu kelemahanku, kekurangan daya upayaku dan kehinaanku pada pandangan manusia. Wahai Dzat Paling Penyayang, Engkaulah Tuhan orang yang ditindas dan Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapakah Engkau menyerahkan diriku ini? Kepada orang asing yang akan menyerangku ataukah kepada musuh yang menguasai aku? Sekiranya Engkau tidak murka kepadaku, maka aku tidak peduli. Namun afiat-Mu sudah cukup buatku. Aku berlindung dengan Nur wajah-Mu yang menerangi segala kegelapan dan teratur segala urusan dunia dan akhirat di atasnya, daripada Engkau menurunkan kemarahan-Mu kepadaku atau Engkau murka kepadaku, KepadaMulah aku tetap merayu sehingga Engkau ridha. Tiada daya (untuk melakukan kebaikan) dan tiada upaya (untuk meninggalkan kejahatan) kecuali dengan petunjukMu." (HR. Al-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Kabir: 13/73 dan dihassankan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya: 7/267)

 Aamiin….

Sabtu, 22 April 2017

Bahagia Itu...,

Bahagia itu…,
Selalu dan selamanya bersamamu
Menyusuri waktu
Melewati hari
Menikmati keindahan senja
Menatap luasnya pantai
Di antara hamparan pasir putih
Di antara desiran ombak
Di antara hembusan angin

Terbingkai dalam keindahan alam nan memesona

Selasa, 04 April 2017

Waktunya Dhuha

Ya Allah...
Sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu
Keagungan itu adalah Keagungan-MU
Kekuatan itu adalah Kekuatan-Mu
Kekuasaan itu adalah Kekuasaan-MU
Dan Perlindungan itu adalah perlindungan-MU
Ya Allah...
Jika rejekiku masih di atas langit, maka turunkanlah
Dan jika di dalam bumi Keluarkanlah
Apabila sukar mudahkanlah
Apabila haram sucikanlah
dan jika jauh maka dekatkanlah
Berkat waktu dhuha, kecantikan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-MU
Limpahkanlah kepada hamba-hamba-Mu yang soleh
Aamiin...

Senin, 06 Maret 2017

Lelah

Malam ini….seharusnya aku  istirahat, setelah seharian lelah jiwa lelah raga tapi mata ini rasanya tak mampu terpejam saat aku teringat semua kejadian tadi siang rasanya sedih dan sakit sekali hingga air mata ini….tak lagi mampu aku bendung. 

Dalam hati ada begitu banyak gejolak rasa, benci, sakit hati dan kecewa yang selama ini terpendam dan tak mampu terucap karena memang aku bukanlah siapa-siapa.

Jadi apapun yang aku rasa saat ini biarlah akan tetap menjadi rahasia hati,hanya saja satu hal yang tidak dapat aku rubah kenapa selalu saja ada rasa yang selama ini senantiasa tumbuh dalam jiwa di antara kita.

Dan aku…, seperti biasa tak pernah bisa berbuat lebih selain berusaha ikhlas memaafkan, pasrah dan berserah kepada-Nya, Allah SWT yang maha kaya pemilik alam semesta dunia dan seisinya.

Sabtu, 11 Februari 2017

Gerimis Pagi

Sabtu pagi
Minggu ke dua di bulan Februari
Menikmati Gerimis pagi,
Senandungnya begitu lembut
Tanpa nada dan tanpa suara
Sama seperti saat mendengarkan suara hati
Yang selalu membisikkan banyak hal dalam kebisuan
Tentang apa yang aku pikirkan
Apa yang aku lihat
Apa yang aku dengar
Dan apa yang selama ini aku rasakan
Karena….,ketika hati bicara
Sesungguhnya  tak pernah berbohong,
Jujur sepenuh jiwa
Selalu setia mengungkap dan membisikkan
Tentang semua kelemahan dan kekuatan diri apa adanya