Minggu, 23 April 2017

Nangnung

Image From Google Maps
Suatu malam di nangnung telah meninggalkan kesan dan goresan luka hati yang begitu dalam hingga merasuk ke sukmaku, tentang rasa yang tak dapat aku uraikan dengan ribuan kata sekalipun, tak dapat pula aku gambarkan walau hanya dengan sketsa. Waktu terus berlalu, tanpa terasa jam sudah menunjukkan pk.03.00 dini hari, tapi sekejappun mataku enggan terpejam, goresan rasa sakit di relung hati ini telah menghapus lelahku. Malam ini tidak seorangpun tau atas semua kesedihanku. Perasaan sakit yang selama ini kurasa, aku selalu mengabaikannya. aku tidak bisa berbuat lebih selain menerimanya.   Satu kali…, dua kali…, telah kututup hati dan perasaanku, tapi malam ini….sungguh perkataannya  sudah terlalu dalam melampaui batas kesabaranku. Haruskah aku tetap diam…..? Memangnya siapakah kamu…, kicauanmu tak akan menambah prestasi dan prestise buatku. Bukankah jodoh mati dan rejeki adalah mutlak hak prerogatif Allah SWT, tuhan semesta alam pemilik dunia dan seisinya….

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim….hamba datang bersujud dan bersimpuh mengadukan semua keluh kesah dan kesedihan yang selama ini selalu saja melukai hati dan perasaan hamba.  
"Ya Allah, kepadaMu ku mengadu kelemahanku, kekurangan daya upayaku dan kehinaanku pada pandangan manusia. Wahai Dzat Paling Penyayang, Engkaulah Tuhan orang yang ditindas dan Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapakah Engkau menyerahkan diriku ini? Kepada orang asing yang akan menyerangku ataukah kepada musuh yang menguasai aku? Sekiranya Engkau tidak murka kepadaku, maka aku tidak peduli. Namun afiat-Mu sudah cukup buatku. Aku berlindung dengan Nur wajah-Mu yang menerangi segala kegelapan dan teratur segala urusan dunia dan akhirat di atasnya, daripada Engkau menurunkan kemarahan-Mu kepadaku atau Engkau murka kepadaku, KepadaMulah aku tetap merayu sehingga Engkau ridha. Tiada daya (untuk melakukan kebaikan) dan tiada upaya (untuk meninggalkan kejahatan) kecuali dengan petunjukMu." (HR. Al-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Kabir: 13/73 dan dihassankan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya: 7/267)

 Aamiin….

Sabtu, 22 April 2017

Bahagia Itu...,

Bahagia itu…,
Selalu dan selamanya bersamamu
Menyusuri waktu
Melewati hari
Menikmati keindahan senja
Menatap luasnya pantai
Di antara hamparan pasir putih
Di antara desiran ombak
Di antara hembusan angin

Terbingkai dalam keindahan alam nan memesona

Selasa, 04 April 2017

Waktunya Dhuha

Ya Allah...
Sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu
Keagungan itu adalah Keagungan-MU
Kekuatan itu adalah Kekuatan-Mu
Kekuasaan itu adalah Kekuasaan-MU
Dan Perlindungan itu adalah perlindungan-MU
Ya Allah...
Jika rejekiku masih di atas langit, maka turunkanlah
Dan jika di dalam bumi Keluarkanlah
Apabila sukar mudahkanlah
Apabila haram sucikanlah
dan jika jauh maka dekatkanlah
Berkat waktu dhuha, kecantikan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-MU
Limpahkanlah kepada hamba-hamba-Mu yang soleh
Aamiin...

Senin, 06 Maret 2017

Lelah

Malam ini….seharusnya aku  istirahat, setelah seharian lelah jiwa lelah raga tapi mata ini rasanya tak mampu terpejam saat aku teringat semua kejadian tadi siang rasanya sedih dan sakit sekali hingga air mata ini….tak lagi mampu aku bendung. 

Dalam hati ada begitu banyak gejolak rasa, benci, sakit hati dan kecewa yang selama ini terpendam dan tak mampu terucap karena memang aku bukanlah siapa-siapa.

Jadi apapun yang aku rasa saat ini biarlah akan tetap menjadi rahasia hati,hanya saja satu hal yang tidak dapat aku rubah kenapa selalu saja ada rasa yang selama ini senantiasa tumbuh dalam jiwa di antara kita.

Dan aku…, seperti biasa tak pernah bisa berbuat lebih selain berusaha ikhlas memaafkan, pasrah dan berserah kepada-Nya, Allah SWT yang maha kaya pemilik alam semesta dunia dan seisinya.

Sabtu, 11 Februari 2017

Gerimis Pagi

Sabtu pagi
Minggu ke dua di bulan Februari
Menikmati Gerimis pagi,
Senandungnya begitu lembut
Tanpa nada dan tanpa suara
Sama seperti saat mendengarkan suara hati
Yang selalu membisikkan banyak hal dalam kebisuan
Tentang apa yang aku pikirkan
Apa yang aku lihat
Apa yang aku dengar
Dan apa yang selama ini aku rasakan
Karena….,ketika hati bicara
Sesungguhnya  tak pernah berbohong,
Jujur sepenuh jiwa
Selalu setia mengungkap dan membisikkan
Tentang semua kelemahan dan kekuatan diri apa adanya

Sabtu, 29 Oktober 2016

Kenangan Di Perbatasan

Image From Google
Saat ku terjaga.....
Jam menunjukkan pk 2.00 dini hari.
Di luar masih terdengar rintik hujan
Gemericik iramanya.......,
Menambah kesunyian 
Dalam keheningan malam
Semuanya terasa begitu senyap
Ingin rasanya melupakan segalanya
Perasaan sedih, ketakutan juga perasaan tertekan
Yang sudah begitu dalam membuat hatiku terluka
Aku sungguh tak berdaya
Saat semua bayangan kenangan masa silam datang melintas dlm angan
Malam itu aku benar-benar sendiri
Tak ada kerabat juga sahabat ataupun handai taulan
Aku terus berjalan menyusuri sepanjang jalan 
Menuju perbatasan tanpa tujuan
Hingga waktu fajar datang menjelang  
Ya Allah mohon tunjukan jalan
Hamba memohon pertolonganmu....atas semua yang terjadi
Ketika keinginan dan kenyataan sudah tak sejalan
Tak ada lagi yang bisa kulakukan selain pasrah kepadaMu Ya Allah....,

Tuhan semesta alam, tempat sandaran hatiku yang sesungguhnya
Engkaulah yang maha tau atas segalanya

Sabtu, 24 September 2016

Dalam Diam....,Hatiku Terluka


Image From Google
Kehidupan......
Terkadang kau membuatku bahagia
Terkadang pula kau membuatku sedih dan gelisah
Terkadang juga.....membuat hatiku kecewa
Seperti kemarin, kau begitu membuatku tak berdaya
Di antara timbunan masalah yang begitu rumitnya
Hingga aku tak kuasa berucap kata sekedar untuk berkeluh kesah
Sungguh, Dalam diam....hatiku begitu terluka